Hei, Teman!
Ambil saja dia. Asal kau tahu, saya sudah jauh lebih duluan mundur karena saya paham situasi. Paham kalo memang kau mau sama dia. Toh? Nda masalah ji. Saya toh juga tidak berkeinginan ji untuk memiliki. Memang iya saya punya perasaan sama dia, tapi saya coba konversi itu hanya sebatas kedekatan layaknya saudara. Silakan, teman, ambil dia. Tapi pertanyaannya, dia mau tidak sama kau?